BANDUNG BARAT – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui berbagai program kolaboratif di daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh Polres Cimahi yang menggelar panen raya jagung hibrida di sejumlah kawasan pertanian Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebagai bagian dari program pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi.
Program yang melibatkan kelompok tani, pemerintah, dan masyarakat tersebut menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga pertengahan tahun 2026, ratusan hektare lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini telah berubah menjadi area pertanian produktif yang menghasilkan ratusan ton jagung hibrida.
Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa program swasembada jagung yang dijalankan bersama para petani merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap agenda strategis pemerintah di sektor pangan.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya saat kegiatan panen raya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari target pengembangan lahan mencapai 1.700 hektare, saat ini sekitar 334,50 hektare telah berhasil ditanami jagung hibrida dengan total hasil panen mencapai 377,5 ton. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa program pemanfaatan lahan tidur mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Tak hanya fokus pada penanaman, Polres Cimahi juga memberikan dukungan berupa bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari traktor bajak, pupuk NPK, hingga benih jagung hibrida unggul. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen pada musim tanam berikutnya.
Di sisi pemasaran, hasil panen yang memenuhi standar mutu nasional terus diserap oleh Bulog. Hingga saat ini, sekitar 165 ton jagung telah diterima karena memenuhi persyaratan kualitas, termasuk kadar air dan standar keamanan pangan yang ditetapkan.
Salah satu petani peserta program, Ita Sumitra, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Warga Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan itu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengetahuan baru melalui pelatihan sebelum mulai menanam jagung.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan untuk bertani, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja serabutan.
Keberhasilan panen raya ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat kepolisian, petani, dan berbagai pihak terkait mampu menciptakan solusi produktif bagi pemanfaatan lahan terlantar.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Bandung Barat.
(Eddy S)























