
Suarabhayangkara.net | KABANJAHE – Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Namun, pemandangan drainase atau parit yang tersumbat oleh sampah plastik dan sedimen lumpur masih sering dijumpai di beberapa titik pemukiman warga di Kecamatan Kabanjahe. Kondisi ini jika dibiarkan dapat memicu berbagai masalah kesehatan dan lingkungan yang serius.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, terlihat saluran air yang tidak mengalir lancar akibat tumpukan sampah rumah tangga, seperti kantong plastik merah dan limbah lainnya. Air yang tergenang dan berwarna keruh ini menjadi lokasi yang sangat disukai nyamuk untuk berkembang biak.
Mengapa Ini Berbahaya?
- Sarang Nyamuk DBD: Genangan air tenang di parit yang kotor adalah tempat utama nyamuk Aedes aegyptibertelur. Mengingat cuaca yang tidak menentu di Tanah Karo, risiko peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi sangat tinggi.
- Sumber Penyakit Kulit dan Pencernaan: Air parit yang tersumbat membawa bakteri dan kuman. Jika meluap saat hujan, air kotor ini bisa masuk ke halaman rumah dan memicu penyakit kulit serta diare.
- Penyebab Banjir Lokal: Drainase yang menyempit karena sampah dan lumut tidak akan mampu menampung debit air saat hujan deras turun. Hal ini menyebabkan air meluap ke jalanan dan merusak infrastruktur jalan di sekitar pemukiman.
- Bau Tidak Sedap: Tumpukan sampah yang membusuk di air yang diam akan menimbulkan aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Langkah Edukasi untuk Warga Kabanjahe:
Pemerintah setempat melalui tokoh masyarakat menghimbau warga untuk kembali menggalakkan semangat Arih Ersada(bekerja sama) dalam menjaga kebersihan:
- Jangan Membuang Sampah ke Parit: Sekecil apa pun sampah plastik yang dibuang ke saluran air akan berdampak besar jika menumpuk.
- Gotong Royong Rutin: Mari luangkan waktu di akhir pekan untuk membersihkan sedimen lumpur dan sampah yang menyumbat aliran parit di depan rumah masing-masing.
- Waspada 3M Plus: Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Mendaur ulang barang bekas, serta memastikan aliran parit tetap lancar agar tidak ada air yang tergenang (stagnan).
Mari kita jaga keasrian dan kesehatan Kota Kabanjahe dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu parit di depan rumah kita sendiri. (RVS)


























