PADALARANG, Kab. Bandung Barat – Pekerjaan greenase yang ditujukan untuk memperbaiki aliran solokan di wilayah RW 13 Pangkalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, telah mulai berjalan menggunakan anggaran dari Dinas Pengairan. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung kebutuhan air bagi masyarakat dan petani melalui Program Penataan Pengelolaan Air Irigasi (P3AI), yang memang sudah diketahui oleh Gapoktan dan berbagai kelompok tani setempat.
Namun, keberadaan proyek ini yang seharusnya transparan justru terasa tertutup, setelah tim sosial kontrol dan awak media kroscek menemukan tidak adanya papan proyek yang seharusnya terpampang di lokasi. Papan tersebut, yang biasanya memuat informasi tentang nama proyek, anggaran, pelaksana, dan jadwal pengerjaan, tidak terlihat sama sekali – seolah-olah upaya dilakukan untuk menyembunyikannya dari pandangan masyarakat.
“Seharusnya tidak ada yang disembunyikan. Papan anggaran dan proyek yang terpasang akan membantu masyarakat mengetahui detail kegiatan dan menjaga agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kecemburuan sosial,” ujar salah satu sumber yang不愿 dikenali.
Dari informasi yang diperoleh, pekerjaan greenase ini dikelola oleh CV Prima, yang berhasil meraih tender untuk proyek tersebut. Namun, ketika tim mencoba mencari ketua pelaksana proyek di lokasi, orang tersebut tidak ditemukan. Upaya untuk menghubungi perwakilan dari CV Prima juga menemui kesulitan, sehingga alasan tidak dipasangnya papan proyek dan anggaran belum bisa dikonfirmasi secara resmi.
Menambah keheranan, salah satu warga memberikan bocoran bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai angka di atas Rp 160 juta. Angka tersebut, yang belum terverifikasi, semakin membuat pertanyaan tentang transparansi pengelolaan dana publik ini semakin mendesak.
“Kita hanya mau tahu, uang dari APBD ini benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat atau tidak. Tanpa papan yang jelas, bagaimana kita bisa memantau?” tanya seorang petani setempat.
Tim akan terus melakukan pelacakan informasi untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait, baik Dinas Pengairan maupun CV Prima, terkait ketidakhadiran papan proyek dan detail anggaran yang digunakan
Red * tim investigasi *



























