SATMA AMPI Madina: PETI ‘Puddin’ Tak Berperikemanusiaan, Jalan Usaha Tani Warga Jadi Korban

edi

Rabu, 17 Desember 2025 - 23:03

5065 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA BHAYANGKARA.NET — Mandailing Natal 16 Desember 2025– Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga kuat dikendalikan oleh seorang pelaku bernama “Puddin” kembali menuai kecaman. Kegiatan ilegal tersebut dilaporkan telah merusak jalan usaha tani milik masyarakat di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, serta tetap beroperasi di tengah kondisi bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Jalan usaha tani yang menjadi akses vital masyarakat untuk pertanian kini mengalami kerusakan parah akibat lalu lalang alat berat dan kendaraan pengangkut material tambang. Kondisi ini sangat merugikan petani dan memperparah penderitaan warga yang saat ini sedang berjuang menghadapi dampak bencana alam.

Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa aktivitas PETI tersebut merupakan bentuk kejahatan lingkungan yang tidak bisa ditoleransi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengecam keras aktivitas PETI yang dilakukan oleh Puddin. Di saat masyarakat sedang tertimpa bencana, justru masih ada oknum yang mementingkan keuntungan pribadi dengan merusak lingkungan dan fasilitas umum seperti jalan usaha tani,” tegas Muhammad Saleh.

Ia juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap pelaku PETI yang terkesan kebal hukum dan terus beroperasi tanpa rasa takut, meski dampak kerusakan sudah nyata dirasakan masyarakat.

“SATMA AMPI Madina mendesak aparat penegak hukum, baik Polres Madina maupun Polda Sumatera Utara, untuk segera menghentikan aktivitas PETI ini dan menindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tambahnya.

SATMA AMPI Mandailing Natal menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan melakukan langkah lanjutan, termasuk pelaporan resmi dan aksi unjuk rasa, apabila tidak ada tindakan nyata dari aparat berwenang.

Kerusakan lingkungan, infrastruktur desa, serta penderitaan masyarakat akibat PETI harus menjadi perhatian serius semua pihak demi keselamatan dan masa depan Mandailing Natal.
(Magrifatulloh).

Berita Terkait

Momentum Besar XTC Indonesia, Rakernas I Jadi Pijakan Masa Depan
Buka Puasa Bersama dan Konsolidasi Kader Partai NasDem Dapil Sulsel I di Takalar
Jelang Akhir Ramadan, Bupati Takalar Dorong RSUD Pajonga Daeng Ngalle Jadi Tiga Besar Terbaik di Sulsel
PDAM TAKALAR BAGIKAN TA’JIL BUKA PUASA DAN GELAR SILATURAHMI BERSAMA KARYAWAN KE-23 RAMADHAN
BNI Salurkan Paket Lebaran Untuk Warga Miskin Sombalabella
Terungkap di PN Sidikalang, Saksi Akui Bayar Rp3 Juta agar Dibebaskan
Sasar Warga Pulang Kerja, Polres Cimahi Bagikan 300–400 Takjil di Depan Mapolres
Tebar Kepedulian, DPD IPK Karo Salurkan Bantuan Pembangunan GBI Kinepen

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 15:31

Remaja 15 Tahun Culik Pacar 12 Tahun di Bandung Barat, Berakhir Diamankan Polisi

Jumat, 10 April 2026 - 18:55

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Selasa, 7 April 2026 - 03:48

Sambut HBP ke-62, Lapas Binjai Gelar Tes Urine Mendadak Pegawai, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba

Jumat, 3 April 2026 - 16:49

Optimalkan Sertipikasi Tanah Wakaf, Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:21

Pelatihan Hipnoterapi di UGM, Langkah Nyata Integrasi Akademik dan Praktik Klinis

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:04

Kakanwil Ditjenpas Riau Minta Maaf Terkait Bau Limbah di Lapas Kelas IIA Pekanbaru

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:58

Peran Polri Kapolda Riau Hadir: Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting Dorong Ekonomi Pesisir

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:32

Tegas Jaga Marwah Institusi, Polda Riau Tindak Oknum Personel Polresta Pekanbaru atas Pelanggaran Prosedur Berat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!